Dunia Sedang Balapan Cetak Uang

Indonesia selama th 2014 saja nyetak Rp.1000 Trilyun.

Data dari www.bi.go.id dan 2015 sdh nambah 400 Trilyun lebih.

Jokowi Desember 2014 melarang BUMN dan Pegawai Negeri meeting di hotel. Terjadi penghematan Trilyunan rupiah. Namun hunian hotel di Indonesia drop tinggal 20 sd 30%. Walau bulan2 ini sdh diijinkan lagi namun budget sdh terlanjur dibuat th lalu. Jadi masih tetap seret BUMN dan Pegawai Negeri yg meeting di hotel2. Ini mengakibatkan juga sedikit banyak uang berputar berkurang.

Subsidi BBM di cabut pemerintah untung dan hemat ratusan Trilyun. Namun harga2 barang pokok naik. Mengakibatkan inflasi dan perputaran ekonomi menurun.

Petral dibubarkan shg pemerintah untung Rp. 297 Milyar/hari.

Pajak pernah merencanakan mau membuka deposito di bank. Dan mengancam akan meminta pertanggungan jawab bagi yg punya deposito tapi belum di akui di SPT (Laporan pajak). Mengakibatkan ber Trilyun2 deposito Indonesia kabur ke LN. Mengakibatkan dollar naik pesat.

Jokowi membudgetkan utk menggelontor dana Infrastruktur Rp. 290 Trilyun tahun ini. Terbesar sepanjang sejarah. Dan diperkirakan Dana Infrastruktur akan lebih besar di tahun2 mendatang. (Ada artikel koran yg menyebutkan lebih dari Rp. 5.000 trilyun dalam 5 th mendatang) Ini adalah obat agar ekonomi berputar dan tumbuh. Hanya sd bulan Juni ini Penyerapan dana Infrastruktur ini Baru Rp. 7 Trilyun! Karena salah satunya belum sukses membebaskan lahan.

Kondisi ekonomi awal th 2015, yg hanya mampu tumbuh sebesar 4,7% di kuartal pertama. Salah satu penyebabnya adalah reorganisasi dan perubàhan numenklatur kementerian berdampak pada lambatnya penyerapan anggaran, bahkan ada lembaga yg hingga kini DIPA nya blm turun…,

Dana Rp. 1,2 milyar per desa yg direncanakan sbg stimulan pembangunan di daerah dan pinggiran jg blm bisa berjalan dg baik karena kendala kurangnya kesiapan pada aspek dukungan legal dan kesiapan daerah utk mengelola dana tersebut.

Belanja modal pemerintah yg digadang_gadang berkontribusi besar terhadap perekonomian (pertumbuhan ekonomi) juga hanya mampu terserap 7,8% dari total sekitar 80 trilyun per15 mei…penyerapan APBN baru sekitar 26% per 15 mei dari total 1.980 an trilyun. Pertumbuhan ekonomi 2015 juga dikoreksi cukup signifikan, dari sekitar 6,7%, diperkirakan hanya akan mampu tumbuh sekitar 5,4%.

Rekomendasi Solusi untuk Pemerintah :

1. Meeting di Hotel tahun depan tetap di larang. Krn akan menghemat banyak dana yg tidak tepat guna.

2. Subsidi Bensin tetap di cabut. Shg subsidi bisa dialihkan ke pembangunan.

3. Pembebasan tanah dilakukan dg sistem kompetisi. Misal mau bangun jalan tol. Buat tiga alternatif jalan. Jalan yg rakyat pemilik lahan sdh setuju semua paling dulu, merekalah yg akan di ganti untung. (Pemerintah ganti lebih besar dari nilai pasar). Cara ini mengurangi spekulan dan rakyat yg bandel.

4. Pajak, berikan pengampunan. Bagi yg bawa masuk dananya dari luar negeri cukup bayar mulai dari 10% sd 5%. Semakin besar dana masuk persentase yg dibayarkan ke pemerintah semakin kecil. Dan boleh mengakui deposito yg selama ini belum di akui. Dg biaya pengampunan 10%. Baru setelah itu maka akan di berlakukan deposito dibuka di pajak.

5. Bantuan Langsung Tunai. Dijalankan lagi. Selama beberapa bulan. Agar ekonomi instan bergerak.

6. Seluruh perusahaan baik swasta maupun pemerintah wajib mengeluarkan dana tambahan 5% dari gaji untuk pendidikan karyawan (spt yg sdh terjadi di Perbankan).

(Timpang Pendapatan biasanya timbul krn dua hal : 1. Timpang Pengetahuan. 2. Timpang Keberanian.)

7. Presiden Jokowi harus all out kerja keras…not business as usual…jangan ragu2 merombak kabinet nya dg benar2 memilih profesional yg gesit dan berani.

Sedang Rekomendasi ut para Saudara dan Teman
(resiko tanggung sendiri, krn kalau untung jg tidak pernah dibagi sih 🙂

1. Tetap aset alokasi. 7.5% Emas.
(Emas turun ya beli tho.. kan malah dapat lebih banyak… yg penting total alokasi 7.5% dari kekayaan). Krn dimana uang di cetak balapan semua negara, Emas tidak membuat kita tambah kaya, melainkan membuat kita tetap kaya . Kalau jual semua aset terus beli emas krn emas turun… dan ber doa suatu hari naik pesat….., itu namanya Spekulasi. Kalau di jatah 7.5%, ini namanya Aset Alokasi.

2. Property Alokasi sekitar 50%
Saat ini mulai banyak yg di jual miring. Cari yg untung waktu beli. Krn sdh diskon dibanding yg sejenis. . Krn menurut Boston Consulting Group. Indonesia th 2014 sd 2020 akan tumbuh 59 juta orang kaya baru. Yg tentu saja perlu property.

3. Saham 20%.
Investasi di Index gabungan saham LQ 45. Atau di Dana Saham yg Terproteksi dari Inflasi. Atau saham Vanguard di USA.

4. Dana liquid 22.5%.
Agar bisa utk ambil peluang. Ketika Dunia gonjang ganjing.

Apa yg membuat kita lebih aman secara keuangan :

1. Aset alokasi.
Jangan taruh semua telor anda dalam satu keranjang. Yg namanya aset alokasi. Bila suatu aset misal naik pesat sehingga total lebih dari alokasi yg kita tentukan (misal 7.5% dari aset) maka ya harus di jual utk rebalancing aset alokasi.

2. Kembangkan Pasif Income.
Jangan hanya bergantung dg aktif income. Ketika tidak bisa bekerja aktif maka jadi no income deh.

3. Multiple Stream of Income.
Punya income lebih dari satu. Ketika satu out of date, yg lain masih menghasilkan.

4. Yg TERPENTING adalah Tetap OPEN MIND TERUS BELAJAR.

Semoga Bermanfaat. (Kalo ada data yg salah tolong diralat).

 

Terus Berjaya!

Sukses jadi Orang2 BIJAKSANA,

SEHAT PANJANG UMUR, KELUARGA HARMONIS, KAYA RAYA dan CERIA

SALAM DAHSYAT SELALU.

 

Tung Desem Waringin.

Dari Paris Menuju Jakarta.

Ada komentar, yuk isi disini